Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

Bukti Kebesaran Allah pada Tulang Ekor



إن الحمد ﷲ نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ باﷲ من شرور أنفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده ﷲ فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن ﻻإله إﻻ ﷲ وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
فإن خيرالحديث كتابﷲ وخير الهدي هدي محمدصلى ﷲ عليه وعلى اله وسلم وشراﻻمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فنار


“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (HR. Bukhari [4935]).

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu, beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌقُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

“dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata: ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ Katakanlah: ‘Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk’ (QS. Yasin : 78-79)


Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.

-       Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
-     Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
-    sedangkan Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak hancur.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, pfofesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”


Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilat : 53)


Sumber : Majalah: Suara Lombok Barat Bangkit edisi Februari 2012 dll.

Rabu, 20 Juni 2012

Ciri-Ciri Fisik Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

إن الحمد ﷲ نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ باﷲ من شرور أنفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده ﷲ فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن ﻻإله إﻻ ﷲ وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
فإن خيرالحديث كتابﷲ وخير الهدي هدي محمدصلى ﷲ عليه وعلى اله وسلم وشراﻻمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فنار



Ummu Ma’bad al Khuza’iyyah berkata tentang diri Rasulullah shallahu alaihi wasallam, menjelaskan fisik beliau pada suaminya, ketika beliau melewati kemahnya pada saat Hijrah, “Beliau terlihat sangat tampan, berwajah cerah, bagus bentuk fisiknya, badannya ramping , kepalanya tegak. Kedua matanya lebar dan hitam, bulu matanya lentik dan suaranya agak parau, lehernya jenjang , matanya tajam dan gelap, kedua lalisnya bak bulan sabit dan bersambung, rambutnya sangat hitam, apabila diam terpancar darinya kewibawaan, apabila berbicara terlihat akrab, dari kejauhan beliau adalah orang yang paling tampan dan paling elok, dari dekat beliau adalah orang yang paling bagus dan paling manis.”
“Tutur katanya manis dan berharga, tidak pendek dan tidak panjang. Perkataannya lembut bagaikan mutiara yang tertata rapi, tinggi badannya sedang, mata yang memandangnya tidak mencibir karena posturnya yang pendek dan tidak mencelanya karena posturnya yang tinggi. Beliau bagaikan dahan diantara dua dahan, paling tampan diantara tiga orang, dan paling tinggi kedudukannya, beliau memiliki teman2 yang selalu mengelilinginya, apabila beliau berbicara, mereka mendengarkan perkataannya, apabila memerintahkan sesuatu, mereka bergegas untuk melaksanakannya. Beliau adalah sosok yang disegani dan dita’ati, tidak pernah bermuka masam dan tidak pernah mencela seseorang.” [1]



Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, menjelaskan tentang pribadi Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, “Perawakan beliau sedang, tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek, berbadan lebar, rambutnya ikal, tidak keriting dan tidak lurus, badannya tidak kurus dan tidak pula gemuk, wajahnya bulat dan kulitnya putih bersih. Kedua matanya lebar tajam dan hitam, bulu matanya lentik dan tulang persendiannya besar, punggungnya kekar, bulu dadanya lembut dan halus, jari jemari dan kakinya keras. Apabila berjalan se akan2 berjalan dijalan yang landai, apabila menoleh seluruh badannya juga menoleh, dipunggungnya ada tanda kenabian, dan beliau adalah penutup para nabi.
“Beliau adalah orang yang paling bagus telapak tangannya, paling kekar dadanya, paling jujur perkataannya, paling menepati janjinya, paling lembut jiwanya, paling mulia pergaulannya. Siapa saja yang secara tiba2 memandangnya akan merasa kagum padanya dan siapa saja yang benar2 bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Kemudian Ali berkata, aku sama sekali belum pernah melihat ada orang yang seperti beliau, sebelum dan sesudahnya.”
Dalam sebuah riwayat darinya, “Pergelangan tangannya besar, bulu dadanya panjang, apabila berjalan (badan beliau) tegak kedepan seakan-akan turun dari tempat yang tinggi.” [2]



Jabir bin samurah berkata, “Mulut beliau lebar, kelopak matanya panjang, dan kedua tungkainya tidak banyak dagingnya.” [3].



Abu Thufail berkata, “Kulitnya putih, mukanya manis, dan perawakannya sedang.” [4]



Anas bin Malik berkata, “Kedua telapak tangannya lapang.” Kemudian ia berkata, “kulit beliau putih kemerah-merahan, tidak terlalu putih seperti kapur, dan tidak pula cokelat, uban pada rambut kepala dan jenggotnya kurang dari dua puluh helai.” Kemudian ia berkata, “Cambangnya sedikit beruban.” Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Rambut kepalanya sedikit beruban.” [5]



Dinukil dari kitab “Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, dari kelahiran hingga detik-detik terakhir” oleh Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfury, Bab: Sifat dan Pekerti Rasulullah, [hal 716-718].


1.      Zad al Ma’ad, Imam Ibnul Qayyim al Jauzi (hal.45)
2.      Jami’ at Tirmidzi, Ibnu Hisyam, (I/401, 402).
3.      Shahih Muslim, (II/258).
4.      Shahih al Bukhari, (I/502).
5.      Shahih Muslim, (hal.259).


Daftar Situs Islam Palsu


إن الحمد ﷲ نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ باﷲ من شرور أنفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده ﷲ فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن ﻻإله إﻻ ﷲ وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
فإن خيرالحديث كتابﷲ وخير الهدي هدي محمدصلى ﷲ عليه وعلى اله وسلم وشراﻻمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فنار

Dunia internet berkembang setiap detik dan juga terjadi peristiwa yang selalu berubah-ubah setiap saat. Kita membutuhkan informasi karena manusia memang butuh informasi yang bisa didapatkan dari Internet. Apalagi untuk akses Internet sekarang sangat gampang dan mudah.

Berbagai macam Informasi baik itu Politik, Ekonomi, Budaya bahkan Agama yang bisa kita dapatkan dalam media Internet. Banyaknya situs-situs Islam yang kita buka, tapi tidak sedikit dari kita yang mengetahui apakah dari situs tersebut benar-benar biacara tentang Islam atau ada yang disisipi oleh agama non muslim yang memang ingin menghancurkan Islam diam-diam.

Berikut situs-situs licik para Non Islam yang mengatasnamakan situs tentang Islam padahal situs tersebut justru memutarbalikan kebenaran tentang Islam.


Berikut daftarnya:

II.      Situs-situs Anti-Islam :
http://www.answeringinfidels.com/
http://www.muhammadtube.com/
http://www.investigateislam.com/
http://www.answering-islam.org/
http://www.carm.org/
http://www.inthenameofallah.org/
http://www.thespiritofislam.com/index.html
http://www.muslimhope.com/
http://www.muhammadanism.com/
http://www.debate.org.uk/
http://www.answeringmuslims.com/
http://www.answering-islam.org.uk/
http://www.bibleandquran.org/
http://www.koran.jcsm.org/biblelessons/TheKoran.htm
http://www.muhammadorjesus.googlepages.com/home
http://www.muhammadlied.com/
http://www.rim.org/muslim/shiite.htm
http://www.joelstrumpet.com/
http://www.ministrytomuslims.com/
http://www.morethandreams.org/
http://www.muslimjourneytohope.com/
http://www.islamexplained.com/
http://www.islam-documents.org/
http://www.peace-of-mind.net/
http://www.abrahamic-faith.com/
http://www.answering-islam.org/
http://www.apostatesofislam.com/main.htm
http://www.debate.org.uk/topics/coolcalm
http://www.bible.ca/islam/dictionary/index.html
http://www.lexicorient.com/e.o/
http://www.exmuslim.com/
http://www.embark.to/ams
http://www.re-xs.ucsm.ac.uk/gcsere/glossaries/islamglos.html
http://www.holycrime.com/
http://www.jihadwatch.org/
http://www.bible.ca/islam/welcome.htm
http://www.thereligionofpeace.com/
http://www.islamreview.com/index.htm
http://www.loyalistparty.com/
http://www.middle-east-info.org/
http://www.muhammadanism.org/
http://www.muhammadlied.com/
http://www.homelandsecurityus.com/
http://www.prophetofdoom.us/
http://www.6thcolumnagainstjihad.com/
http://www.davidjohnsonbooks.com/
http://www.islamicthreat.com/
http://www.victimsofjihad.com/
http://www.voiceofthebelievers.com/
http://www.shoebat.com/
http://www.worldthreats.com/
http://www.zennahministries.com/
http://www.terrortracker.co.uk/
http://www.mosquewatch.blogspot.com/
http://www.sheikyermami.com/
http://www.littlegreenfootballs.com/weblog/
http://www.danielpipes.org/
http://www.answering-islam.org/
http://www.prophetofdoom.net/
http://www.ayaanhirsiali.web-log.nl/ayaanhirsiali/english/index.html/
http://www.prophetmohammed.co.uk/
http://www.atheists.org/Islam/mohammedanism.html
http://www.maryamnamazie.com/index.html
http://www.memritv.org/
http://www.skepticsannotatedbible.com/quran/index.htm
http://www.taslimanasrin.com/
http://www.islam-watch.org/
 

Virus Hati yang Bernama Al-Isyq

إن الحمد ﷲ نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ باﷲ من شرور أنفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده ﷲ فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن ﻻإله إﻻ ﷲ وأشهد أن محمدا عبده ورسوله
فإن خيرالحديث كتابﷲ وخير الهدي هدي محمدصلى ﷲ عليه وعلى اله وسلم وشراﻻمور محدثاتها وك
ل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فنار

Virus hati yang bernama al Isyq (cinta), ternyata telah memakan banyak korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja nekad bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama menggembala domba sewaktu kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika Laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya ? Mari kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnul Qayyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ”Gejolak cinta merupakan jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus. Disebabkan berbeda dengan jenis penyakit lain, baik dari segi bentuk, penyebabnya maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.”



KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL ISYQ 

Penyakit al Isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa cinta kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu denganNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam,

كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih”. (Yusuf : 24).

            Dari ayat di atas, nyatalah bahwa mengingat Allah azza wa jalla merupakan cara yang ampuh untuk menghindar dari virus ini. Artinya, hal yang dapat memalingkan manusia dari kemaksiatan adalah dengan cara menghindari berbagai sarana yang dapat membawa kita menuju kemaksiatan itu.

Ulama Salaf berkata, “Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan kecintaannya itu”.

Penyakit al Isyq terjadi karena dua sebab.
1.        Karena mengganggap indah hal yang dicintainya.
2.        Perasaan ingin memiliki sesuatu yang dicintainya. 

Jika salah satu dari dua faktor ini tidak ada, niscaya kita tidak akan tertular virus ini. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum juga berhasil.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan hikmahNya dalam menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya. Secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, dan sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.”

Allah Azza wa Jalla befirman,

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

“Dialah Yang Menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya”. (Al A’raf : 189).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal akan bersatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” (HR. Bukhari [7/267] dari ‘Aisyah secara muallaq, dan Muslim [2638] dari jalan Abu Hurairah secara mausul).

Karena itulah syariat Allah menghukumi sesuatu menurut jenisnya. Mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan berbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain, maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya. 

Allah berfirman,

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ

"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah”. (Ash Shaffat : 22).

Yakni setiap orang akan dikumpulkan dengan orang-orang yang sama perilakunya. Allah akan mengumpulkan orang-orang yang saling mencintai karenaNya ke dalam surga, dan orang–orang yang saling berkasih-kasihan di atas jalan syetan digiring ke neraka. Mau tidak mau, maka setiap orang akan dikumpulkan dengan siapa yang dicintainya.

Di dalam Mustadrak Al Isyq Hakim disebutkan, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali akan dikumpulkan bersama mereka kelak.” (HR. Ahmad [6/145] dan An Nasa’i dari jalan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).


CINTA DAN JENIS-JENISNYA
Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan. Diantaranya,
1.        Mahabbatu fillah wa lillah
Cinta ini adalah cinta karena Allah dan di dalam agama Allah. Yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan Rasulullah. Cinta ini adalah cinta yang tertinggi dan yang paling mulia.

2.   Cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, madzhab, ideologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.

3.        Al Mahabbah al ‘Ardhiyah
Yaitu cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya, baik karena kedudukan, harta, ataupun karena kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti itu akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin didapatkan dari orang yang dicintainya.
Yakinlah, bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu, akan meninggalkanmu ketika telah mendapat apa yang diinginkannya darimu.

4.        Mahabbah al Isyq
Yaitu cinta karena adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang cinta dan yang dicintai. Cinta ini tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa. Cinta ini dapat membuat rasa was-was, hati yang gundah bahkan kehancuran.



TERAPI PENYAKIT AL ISYQ
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al Isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut ialah sebagai berikut,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dari riwayat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)”.

Hadis ini memberikan dua solusi utama dan sulusi pengganti, yaitu,
·           Menikah. Jika solusi ini dapat dilakukan, maka tidak boleh mencari solusi yang lain.
Ibnu Majah rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.”
Allah azza wa jalla berfirman,
,
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”. (An Nisa : 28).

Allah menyebutkan dalam ayat ini “keringanan” yang diberikan terhadap hambaNya. Dan Allah mengetahui kelemahan manusia dalam menahan syahwatnya, sehingga memperbolehkan menikahi para wanita yang baik-baik.

Sebagaimana Allah memperbolehkan mendatangi budak-budak wanita. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita itu jika mereka membutuhkannya sebagai peredam syahwat. 

·           Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan akibat tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar’i dan takdir, maka penyakit ini bisa semakin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan pada diri sendiri bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi. Lebih baik baginya untuk segera melupakannya.

·           Mengajak akalnya berfikir, bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dijangkaunya itu ibarat perbuatan gila. Ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?

·           Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya terhalang karena larangan syariat, maka terapinya yaitu dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Yaitu dengan cara menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu ke arah yang diingininya itu tertutup, dan mustahil tercapai.

·           Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah ia mau meninggalkannya karena takut kepada Allah.

·           Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak menerima terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya, dan kemaslahatan yang akan gagal diraihnya.

·           Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi keburukan orang yang dicintainya dan hal-hal yang dapat membuatnya menjauh darinya. Jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya, niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan daripada keindahannya. Hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang belum diketahuinya. Sebab sebagaimana kecantikan sebagai faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya, maka demikian pula kejelekan merupakan pendorong kuat agar dapat membenci dan menjauhinya.

·           Jika terapi tadi masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir yaitu mengadu dan memohon kepada Allah. Hendaklah dia menyerahkan jiwanya sepenuhnya di hadapan kebesaranNya sambil memohon dan merendahkan diri.

Jika dia dapat melaksanakan terapi akhir ini, maka sesungguhnya dia telah membuka pintu pertolongan Allah. Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya. Jangan menjelek-jelekkan kekasihnya dan mempermalukannya di hadapan manusia ataupun menyakitinya. Sebab hal tersebut merupakan kedzaliman dan melampaui batas.
(Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4 hlm. 265-274).

دينك على قلبي ثبت القلوب يامقلب

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
(HR Tirmidzi [no.3522], Ahmad [4/302], al Hakim [1/525], Shohih Sunan Tirmidzi [no.2792]).